Persilangan dihibrid

Konsep yang perlu dikuasai dwngan baik pada persilangan dihibrid adalah persilangan yang melibatkan dua macam alel yang mempengaruhi fenotip berbeda. Persilangan ini lebih rumit dibandingkan dengan persilangan monohibrid namun dengan membaca posting kali ini kerumitan itu saya jamin akan segera hilang. Oke kita mulai, are you ready?

Baiklah saya akan mulai dengan menggunakan contoh tak konkret namun menggunakan konsepn yang benar dan dapat anda gunakan sewaktu mengerjakan ulangan. Karena saya guru yang suka baca komik naruto, maka saya akan menggunakan komik tersebut sebagai media penjelasannya.

Sebelum membaca penjelasan ini Anda harus pahami dulu konsep persilangan monohibrid dengan sangat baik.

Sasuke memiliki mata sharingan dengan warna rambut hitam sedangkan sakura memiliki mata normal dengan warna rambut merah muda. Lihat gambar berikut.

image

Sasuke uchiha

image

Sakura hiruno

Dari keterangan di atas ada dua hal yang dibicarakan yaitu alel tipe mata dan alel warna rambut. Nah permasalahannya bagaimana tipe mata dan warna rambut pada keturunannnya. Jelas kemungkinan anak mereka ada yang memiliki;
1. mata sharingan dengan warna rambut hitam atau
2. Mata sharingan dengan waena rambut merah muda atau
3. Mata normal dengan warna rambut  hitam atau bisa saja,
4. Mata normal denagan warna rambut merah muda.

Tetapi berapa besarkah persentase/kemungkinannya masing tersebut. Untuk memprediksi kemungkinan anaknya dapat kita lakukan dengan hukum mendel I dan II. Saya sebut ini jurus hukum Mendel no jutsu.

Misalkan

1. Tipe Sharingan bersifat dominan dibandingkan tipe mata normal dan akan saya beri simbol ‘S’ maka alel lawannya ‘s’ adalah simbol untuk mata normal dan sifatnya resesif.
2. Warna rambut merah muda lebih dominan daripada warna hitam dan kemudian saya beri simbol alelnya ‘P’ (P dari kata Pink) maka alel lawannya adalah ‘p’ membawa karakter resesif warna hitam.

Jadi:
1. Karena sasuke matanya sharingan dan hitam maka susunan alel pada Genotip sasuke akan saya buat jadi SSpp.
2. Karena sakura mata normal rambutnya merah muda akan saya beri susunan alel pada genotipnya akan saya buat jadi ssPP.

Oke permisalan sudah selesai, perhatikan baik-baik susunan genotip induknya. Maka akan terjadi persilangan genotip SSpp >< ssPP.
Pada genotip SSpp milik sasuke akan terbentuk gamet 1 macam kombinasi yaitu Sp saja. Sama halnya dengan genotip ssPP milik sakura yaitu hanya ada gamet sP. Jadi ketika Sp sasuke dan sP sakura bertemu maka terbentuk individu dengan genotip SsPp. Berdasarkan genotip tersebut maka keturunan pertama generasi mereka pasti anak2nya bermata sharingan dan rambutnya berwarna merah muda.

Kasus berikutnya bagaimana jika ternyata anaknya sasuke dan sakura yang laki-laki kita misalkan saja namanya sasura (yang genotipnya SsPp itu) ketemu dengan  wanita yang memiliki karakter mata dan rambut yang sama dengan sasura kemudian mereka menikah. Barapa besar peluang anak2nya akan memiliki karakter mata dan ra,but yang sama seperti kakeknya(sasuke)?

Berikut ini pembahsannya.

1. Akan terjadi persilangan genotip sasura dengan pasangannya
SpSp >< SsPp

2. Pada organ kelamin mereka masing-masing akan ada kombinasi gamet sebanyak 4 macam yaitu SP, Sp, sP, sp.
Maka Sasura memiliki gamet SP, Sp, sP, sp dan Pasangannya memiliki gamet SP, Sp, sP, sp

3. Setiap macam gamet dari sasura kemungkinan bisa bertemu dengan setiap macam gamet dari pasangannya.
a.gamet SP sasura bisa bertemu dengan gamet SP, Sp, sP, sp pasangannya. Maka bisa terbentuk genotip dari 4 kemungkinan berikut ini SSPP, atau SSPp, atau SsPP, atau SsPp
b. gamet Sp sasura bisa bertemu dengan gamet SP, Sp, sP, sp pasangannya. Maka bisa terbentuk genotip dari 4 kemungkinan berikut ini SSPp, atau SSpp, atau SsPp, atau Sspp.
c. gamet sP sasura bisa bertemu dengan gamet SP, Sp, sP, sp pasangannya. Maka bisa terbentuk genotip dari 4 kemungkinan berikut ini SsPP, atau SsPp, atau ssPp, atau ssPp.
d. gamet sp sasura bisa bertemu dengan gamet SP, Sp, sP, sp pasangannya. Maka bisa terbentuk genotip dari 4 kemungkinan berikut ini SsPp, atau Sspp, atau ssPp, atau sspp

Jadi akan ada banyak kemungkinan genotip terbentuk. Kemudian kita kelompokkan genotip yang menghasilkan fenotip yang sama yaitu
1. Tipe mata sharingan rambut merah muda yaitu yang genotipnya SSPP, SSPp, SsPP, SsPp = 9 kemungkinan
2. Tipe mata sharingan rambut hitam yaitu yang genotipnya SSpp, Sspp = 3 kemungkinan
3. Tipe mata normal rambut merah muda yaitu yang genotipnya ssPP, ssPp = ada 3 kemungkinan
4. Tipe mata normal rambit hitam yaitu yang genotipnya sspp = ada 1 kemungkinan.

Jadi perbandingan fenotip antara
sharingan-merah muda: sharingan-hitam: normal-merah muda: normal hitam adalah 9:3:3:1 (Total perbandinfan adalah 9+3+3+1=16)

Jadi kemungkinan anakanya sasura yang mirip kakeknya yang bermata sharingan dan berwarna rambut merah adalah 3 kemungkinan diantara 16 kemungkinan yang ada jadi persentasenya adalah (3/16)x100%=18.75%

Begitulah persilangan dihibrid dijelaskan. Jika ada yang belum jelas silahkan kirimkan pertanyaan anda pada kolom komentar yang telah disediakan. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. God bless us :-)

Kembali ke persilangan monohibrid

Kisi-kisi UAS Biologi semester ganjil tahun pelajaran 2012-2013

inilah materi yang akan diujikan :

  1. Menyebutkan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan mahkluk hidup.
  2. Membandingkan pengaruh hormon pada tanaman
  3. Memahami faktor-faktor yang dilibatkan dalam penelitian ilmiah
  4. Menyebutkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan.
  5. Menginterpretasikan faktor yang terlibat dalam proses metabolisme.
  6. Menjelaskan ciri-ciri/cara kerja enzim dalam proses metabolisme tubuh
  7. Menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap aktivitas enzim dalam proses metabolisme.
  8. Menyebutkan hubungan setiap tahapan dalam reaksi katabolisme.
  9. Menentukan hubungan reaksi yang terlibat dalam proses katabolisme dengan produk ataupun lokasi serta kebutuhan oksigennya.
  10. Menjelaskan proses fermentasi yang terlibat dalam pembuatan sebuah produk.
  11. Mengaplikasikan konsep-konsep dalam fermentasi dalam proses pembuatan produk.
  12. Menyebutkan tahapan reaksi kimia katabolisme beserta produk yang dihasilkan dalam proses tersebut.
  13. Menyebutkan macam-macam bentuk energi yang dihasilkan dalam proses katabolisme .
  14. Membedakan struktur dan fungsi bagian-bagian organel yang terlibat dalam proses metabolisme (Anabolisme dan katabolisme).
  15. Membandingkan tahapan utama yang terjadi dalam reaksi Anabolisme pada tanaman berklorofil.
  16. Menentukan faktor yang berpengaruh terhadap proses fotosintesis.
  17. Membandingkan proses-proses mitosis yang terjadi pada pembelahan sel.
  18. Menyebutkan perbedaaan mitosis dan meiosis.
  19. Menyebutkan struktur dasar kromosom.
  20. Menyebutkan struktur dasar dari kromosom dan fungsinya.
  21. Menjelaskan tahapan proses sintesis protein.
  22. Menjelaskan konsep mendasar dari genetika.
  23. Membandingkan struktur dasar asam nukleat.
  24. Menyebutkan hasil dari tahapan-tahapan yang terlibat dalam proses  sintesis protein.
  25. Menjelaskan tentang fungsi dan macam-macam perkawinan silang pada hewan dan tumbuhan.
  26. Menyebutkan kemungkinan abnormalitas pada penyakit keturunan yang terpaut pada gonosom.
  27. Membandingkan macam-macam penyimpangansemu hukum Mendel beserta perbandingannya.
  28. Mengaplikasikan konsep pautan sempurna pada Hukum Mendel.
  29. Menganalisis hubungan golongan darah ABO, MN, rhesus dalam pewarisan sifat.
  30. Menentukan rasio perbandingan dalam persilangan dua individu satu spesies yang berkaitan dengan  semu Hukum Mendell
  31. Menentukan rasio  gen letal dalam sebuah perkawinan.
  32. Membedakan macam-macam teknik pewarisan sifat melalui persilangan dalam usaha peningkatan kualitas.
  33. Menyebutkan macam-macam proses mutasi dan penyebabnya.
  34. Menganalisis faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya proses mutasi.
  35. Menjelaskan proses-proses  aneuploidi dan euploidi beserta contohnya.

Essai :

  1. Menjelaskan fungsi senyawa kimia dalam proses metabolisme.
  2. Menjelaskan mengenai proses sintesis protein.
  3. Menjelaskan proses pembelahan sel
  4. Menjelaskan proses-proses  aneuploidi dan euploidi beserta contohnya.
  5. Menjelaskan mengenai proses sintesis protein.

Good luck!! God Bless Us.

Catatan tambahan mengenai pelajaran kelas XII semester I ada di link berikut ini.

  1. Metabolisme | Katabolisme
  2. Metabolisme | Anabolisme
  3. Sistem Transport Elektron – STE
  4. Kromosom | DNA-polinukleotida| nukleotida | gen
  5. Replikasi DNA
  6. sintesis protein
  7. Pewarisan sifat | Hukum Mendel

Bioteknologi

  1. Bioteknologi adalah pemanfaatan organisme/mahkluk hidup yang dilaksanakan secara terpadu dan bertujuan untuk meningkatkan nilai guna suatu barang untuk kesejahteraan manusia.

Konsep yang penting dalam bioteknologi adalah

  1. Perbedaan bioteknologi konvensional/tradisional dan modern.
  2. Macam-macam bioteknologi

pada konsep pertama yaitu perbedaan bioteknologi modern dan tradisional.

bioteknologi tradisional adalah praktik bioteknologi yang dilakukan dengan cara dan peralatan sederhana tanpa rekayasa genetika. Dengan ciri-ciri :

  1. dilakukan tanpa menggunakan prinsip-prinsip ilmiah.
  2. dilakukan hanya berdasarkan pada pengalaman yang di wariskan secara turun temurun.
  3. umumnya belum dapat diproduksi secara masal.

Adapun contoh dari bioteknologi konvensional ini yaitu pada proses pembuatan bir, tempe, roti dll.

Sedangkan,

bioteknologi modern adalah praktik bioteknologi yang diperkaya dengan teknik rekayasa genetika ( suatu teknik manipulasi materi genetikal ).

Cirinya berkebalikan dengan biotek tradisional ditambah dengan menerapkan teknik Aseptis. Teknik aseptis adalah suatu cara kita pada waktu bekerja (praktik) yang selalu menjaga sterilitas ketika menangani pengkulturan mikroorganisme untuk mencegah kontaminasi terhadap kultur mikroorganisme yang diinginkan.

Contoh dari bioteknologi modern ini yaitu tumbuhan yang kuat atau tahan terhadap hama dan penyakit serta buahnya sifatnya tahan lama, bakteri penghasil antibiotik ataupun insulin.

Macam-macam bioteknologi adalah

  1. Fermentasi
  2. Kultur Jaringan
  3. Rekayasa genetika
    1. Teknik Rekombinansi DNA/fusi gen
    2. Teknik Fusi protoplasma
  4. Kloning
  5. Hidroponik
  6. Aeroponik
  7. Kawin suntik

Mari kita bahas satu persatu

1. Fermentasi

2. Kultur Jaringan

Kultur jaringan  merupakan teknik pemeliharaan jaringan atau bagian dari individu secara buatan (artifisial).

Yang dimaksud secara buatan adalah dilakukan di luar individu yang bersangkutan. Karena hal tersebut teknik ini disebut kultur in vitro, yang berkebalikan dari in vivo(di dalam tubuh).  Dikatakan in vitro (bahasa Latin, berarti “di dalam kaca”) karena jaringan dibiakkan di dalam tabung inkubasi atau cawan Petri yang terbuat dari kaca, baik tumbuhan maupun hewan (termasuk manusia). Yang perludiperhatikan bahwa masing-masing jaringan memerlukan komposisi media tertentu. baik dari tumbuhan maupun hewan (termasuk manusia).

3. Rekayasa genetika

rekayasa genetika merupakan kegiatan yang menerapakan teknik-teknik biologi molekular untuk memanipulasi susunan genetik dalam kromosom atau mengubah sistem ekspresi genetik yang diarahkan pada kemanfaatan tertentu.

dua enzim yang penting dan tidak boleh dilupakan dalam rekayasa genetika yaitu enzim yang berfungsi untuk memutus(endonuklease) rantai DNA dan  enzim yang menyambungkan pita DNA (ligase).

Sekarang kita bahas mengenai teknik yang digunakan dalam rekayasa genetika.

  1. Teknik Rekombinasi DNA/fusi gen
  • Teknik plasmid
    • merupakan rekayasa genetika dengan cara menyambungkan gen. Yang dibutuhkan dalam teknik ini adalah gen yang diinginkan dan plasmid yang dimiliki oleh bakteri yang non patogen. Hasil dari teknik ini contohnya adalah bakteri yang menghasilkan insulin.
  • Teknik terapi gen
    • Terapi genadalah suatu teknik terapi yang digunakan untuk memperbaiki gen-gen mutan (abnormal/cacat) yang bertanggung jawab terhadap terjadinya suatu penyakit.Pada awalnya, terapi gen diciptakan untuk mengobati penyakit keturunan(genetik) yang terjadi karena mutasi pada satu gen, seperti penyakit fibrosis sistik.Penggunaan terapi gen pada penyakit tersebut dilakukan dengan memasukkan gen normal yang spesifik ke dalam sel yang memiliki gen mutan. Terapi gen kemudian berkembang untuk mengobati penyakit yang terjadi karena mutasi di banyak gen, seperti kanker.Selain memasukkan gen normal ke dalam sel mutan, mekanisme terapi gen lain yang dapat digunakan adalah melakukan rekombinasi homolog untuk melenyapkan gen abnormal dengan gen normal, mencegah ekspresi gen abnormal melalui teknik peredaman gen, dan melakukan mutasi balik selektif sehingga gen abnormal dapat berfungsi normal kembali.
  • Interferon
    • Interferon adalah hormon berbentuk sitokina berupa protein berjenis glikoprotein yang disekresi oleh sel vertebrata karena akibat rangsangan biologis, seperti virus, bakteri, protozoa, mycoplasma, mitogen, dan senyawa lainnya.
    • Proses pembentukan di dalam, tubuh memerlukan waktu cukup lama (dibanding kecepatan replikasi virus), karena itu dilakukan rekayasa genetika.

2. Teknik fusi protoplas

    • Teknik hibridoma
      • teknik pembuatan sel yang dihasilkan dari fusi antara sel limfosit B yang menghasilkan antibodi) dengan sel kanker yang memiliki karakter cepat membelah.  Sifat dari sel hibridoma ini adalah imortal.
      • Proses pembuatan dari sel hibridoma adalah sebagai berikut,
        • pertama-tama dilakukan proses imunisasi dengan menggunakan antigen tertentu.
        • Kemudian dipisahkan sel B-limfosit dari organ limpa,
        • lalu sel ini difusikan dengan sel kanker immortal.
          • Tahapan fusi sel hibridoma ini dilakukan dengan membuat membran sel menjadi lebih permeabel.
        • Sel hibrid hasil fusi inilah yang disebut sebagai sel hibridoma yang merupakan sel imortal yang dapat menghasilkan antibodi dengan cepat.  Dalam percobaan yang umum dilakukan, proses pembuatan sel hibridoma dilakukan dengan menggunakan sel mieloma NS-1 dan sel limpa dari mencit.
      • hasil dari teknik ini disebut Antibodi monoklonal yang dapat digunakan untuk diagnosis dan terapi.

4 . Teknik Kloning

Kloning dalam biologi adalah proses menghasilkan individu-individu dari jenis yang sama (populasi) yang identik secara genetik. Kloning merupakan proses reproduksi aseksual yang biasa terjadi di alam dan dialami oleh banyak bakteria, serangga, atau tumbuhan. Dalam bioteknologi, kloning merujuk pada berbagai usaha-usaha yang dilakukan manusia untuk menghasilkan salinan berkas DNA atau gen, sel, atau organisme. Arti lain kloning digunakan pula di luar ilmu-ilmu hayati.

5. teknik Hidroponik

Hidroponik berasal dari kata bahasa Yunani hydro yang berarti air dan ponos yang berarti bekerja. Jadi, hidroponik artinya pengerjaan air atau bekerja dengan air. Dalam praktiknya hidroponik dilakukan dengan berbagai metode, tergantung media yang digunakan. Adapun metode yang digunakan dalam hidroponik, antaralain metode kultur air (menggunakan media air), metode kultur pasir(menggunakan media pasir), dan metode porus (menggunakan media kerikil, pecahan batu bata, dan lain-lain). Pada umumnya orang bertanam dengan menggunakan tanah. Namun, dalam hidroponik tidak lagi digunakan tanah, hanya dibutuhkan air yang ditambah nutrien sebagai sumber makanan bagi tanaman. Apakah cukup dengan air dan nutrien? Bahan dasar yang dibutuhkan tanaman adalah air, mineral, cahaya, dan CO2.

Cahaya telah terpenuhi oleh cahaya matahari. Demikian pula CO2 sudahcukup melimpah di udara. Sementara itu kebutuhan air dan mineral dapat diberikan dengan sistem hidroponik, artinya keberadaan tanah sebenarnya bukanlah hal yang utama.

6.  Teknik Aeroponik

Aeroponik berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponos yang berarti daya. Jadi, aeroponik adalah pemberdayaan udara. Sebenarnya aeroponik merupakan modifikasi dari hidroponik (mem-berdayakan air), karena air yang berisi larutan unsur hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap larutan hara tersebut. Prinsip dari aeroponik adalah sebagai berikut. Helaian styrofoam diberi lubang-lubang tanam dengan jarak 15 cm. Dengan menggunakan ganjal busa atau rockwool, anak semai sayuranditancapkan pada lubang tanam. Akar tanaman akan menjuntai bebas ke bawah. Di bawah helaian styrofom terdapat sprinkler (pengabut) yang memancarkan kabut larutan hara ke atas hingga mengenai akar.

7. Kawin suntik

sumber bacaan :

http://ekmon-saurus.blogspot.com/2009/05/bekerja-tanpa-kontaminasi-dasar-tehnik.html

http://id.wikipedia.org

 

link ke tulisan dengan tema yang lain:

  1. Metabolisme | Katabolisme
  2. Metabolisme | Anabolisme
  3. Sistem Transport Elektron – STE
  4. Kromosom | DNA-polinukleotida| nukleotida | gen
  5. Replikasi DNA
  6. sintesis protein
  7. Pewarisan sifat | Hukum Mendel
  8. Evolusi
  9. Bioteknologi

Persilangan Monohibrid | Hukum Mendel

rantai DNA

Pada materi ini konsep yang perlu dikuasai adalah:

1. Konsep persilangan monohidrid

Persilangan monohibrid adalah persilangan antara dua individu dengan hanya fokus pada sebuah sifat yang berbeda dari  sebuah karakter pada tanaman sejenis. Persilangan ini sering dikenal dengan persilangan satu sifat beda.

2. Konsep Kenampakan karakter sebuah individu dipengaruhi oleh susunan basa nitogen di dalam kromosom. Di dalam kromosom terdapat segmen-segmen DNA yang berisi informasi yang akan diwariskan kepada keturunannya, segmen DNA dalam kromosom ini disebut dengan gen. Jadi gen adalah sesuatu yang mempengaruhi kenampakan sebuah karakter.

3. Konsep mengenai Kromosom selalu berpasangan, kromosom pasangannya disebut dengan kromosom homolog. oleh karena itu keberadaan gen yang mempengaruhi karakter yang sama dapat dijumpai pada di kromosom homolognya. Hanya saja pengaruhnya bisa sama ataupun berbeda.

Sebagai contoh Anda tentunya mengetahui bahwa sifat warna pada karakter iris bermacam-macam. ada yang warna biru ada juga yang warna hitam. topik pembicaraannya hanya sebatas pada iris saja sedangkan sifatnya adalah merah dan hitam. Jadi di sini saya menggunakan sebuah karakter saja yaitu iris dengan sifatnya yaitu warna iris. Iris bisa bermacam-macam karena di bawah pengaruh dari alel yang memiliki pengaruh yang berbeda terhadap iris.

4a. Anda juga harus menguasai Hukum Mendel I. Hukum ini dikenal dengan hukum segregasi tentang hukum pemisahan alel. Hukum Mendel I  mengatakan bahwa proses pembentukan gamet yang membawa karakter  dan sifat berpisah secara bebas. Dalam bahasa inggris Hukum Mendel I dikenal dengan istilah the law of segregation.

Penjelasan:
Saya ambilkan sebuah contoh tak konkrit. Bagi yang mengikuti anime/manga jepang Naruto tentunya Anda akan mengenal istilah iris mata sharingan pada klan uchiha. Misalkan Gen pembawa kode genetis iris sharingan ini bersifat dominan dibandingkan dengan iris normal dan diberi kode ‘S’ (baca: es kapital) dan iris normal diberi kode `s`. Jadi susunan alel iris pada klan uchiha bisa SS, Ss, atau ss.

Pada hukum Mendel I, jika seorang klan uchiha yang bergenotip Ss maka alel Ss tersebut akan memisah secara bebas pada proses meiosis I menjadi dua sel gamet yang masing-masing akan membawa gen sharingan (S) dan gen normal (s). Jadi hukum mendel I didasari pada karakter pembelahan pada meiosis I.

4b. Setelah menguasai hukum Mendel I, Anda juga harus menguasai hukum Mendel II yaitu hukum penyusunan alel dari gamet, terjadi secara bebas. Artinya pada proses perkawinan, setiap gametnya akan berpasangan kembali dengan alelnya yang berasal dari kedua induknya terjadi secara bebas untuk menyusun alel yang baru untuk keturunan berikutnya.

Penjelasan hukum mendel II.
Masih menggunakan contoh mata sharingan yang saya gunakan dalam menjelaskan hukum mendel I. Kali ini ceritanya adalah misal sasuke uchiha, yang memiliki iris Sharingan, menikah dengan sakura yang matanya normal. Bagaimanakah memprediksi keturunan mereka?

Untuk memecahkan kemungkinan anak-anak mereka kita akan menggunakan hukum mendel II. Tapi sebelumnya kita harus tahu dulu bagaimana susunan alel sasuke dan sakura. Untuk genotip alel sakura dapat dipastikan ss karena dia bermata normal yang bersifat resesif (:baca dulu penjelasan Hukum Mendel I di atas) dan gametnya cuma ada 1 macam yaitu s.

Permisalan pertama:
Jika susunan alel Sharingan sasuke adalah heterozigot Ss maka setelah meiosis akan ada 2 macam gamet pada sel kelamin jantan pada testis sasuke yaitu sel gamet jantan yang membawa gen S (tipe iris Sharingan) dan sel gamet jantan yang membawa gen s (tipe iris normal).

Dengan menggunakan hukum Mendel II yang mengatakan bahwa sel-sel kelamin akan membentuk gamet dengan pasangan gametnya terjadi secara bebas, kita bisa memprediksi persentase kemungkinan anak-anaknya memiliki iris jenis yang mana? kemungkinan iris anak-anaknya dalam setiap kelahiran adalah 1:1. Hal ini disebabkan karena bisa gen S sasuke yang akan bertemu dengan s sakura, atau gen s sasuke yang akan bertemu dengan s sakura. Jika yang gen S sasuke bertemu dengan s sakura mata alel anaknya adalah Ss maka tipe irisnya adalah Sharingan. Akan tetapi jika gen s sasuke yang bertemu dengan s sakura maka anak mereka adalah normal.

Permisalan kedua:
Jika susunan alel Sharingan sasuke adalah homozigot maka setelah meiosis hanya akan ada 1 macam gamet pada sel kelamin jantan pada testis sasuke yaitu sel gamet jantan yang membawa gen S (tipe iris Sharingan).

Kembali kita menerapkan hukum Mendel II yang mengatakan bahwa sel-sel kelamin akan membentuk gamet dengan pasangan gametnya terjadi secara bebas, kita bisa memprediksi persentase kemungkinan anak-anaknya memiliki iris jenis yang mana? kemungkinan iris anak-anaknya dalam setiap kelahiran adalah 100% bertipe iris Sharingan. Hal ini disebabkan karena gen S sasuke pasti akan bertemu dengan s sakura. Jadi tipe susunan allel anak mereka pasti Ss. karena S bersifat dominan daripada s maka sifat S akan muncul dalam fenotip. Jadi anak mereka pada kasus kedua ini semuanya pasti mata dengan tipe iris Sharingan.

Selain konsep-konsep di atas Anda harus menguasai dengan baik istilah berikut ini:

1. Alel –> pasangan gen pada kromosom homolog yang memberikan sifat yang berbeda atau sama pada suatu karakter.

2. Gamet –> sel kelamin

3. Genotip –> gen yang mempengaruhi karakter

4. Fenotip –> hasil ekspresi gen yang dapat ditangkap dengan panca indera manusia. atau dengan kata lain adalah kenampakan morfologi yang dapat diamati.

5. Parental –> induk yang akan dikawinkan atau disilangkan atau hibridisasi.

6. Filial –> hasil dari proses perkawinan/persilangan/hibridisasi.

  • F1 = keturunan I
  • F2 =Keturunan II
  • Fn = keturunan ke-n

7. Sifat dominan –> sifat alel yang pengaruhnya sangat kuat pada sebuah karakter

8. Sifat resesif –> sifat alel yang pengaruhnya dikalahkan oleh sifat dominan

9. Homozigot –> alel dengan sifat yang sama

10 . Heterozigot –> alel dengan sifat yang berbeda

Setelah Anda pahami dengan baik konsep dan istilah di atas mari kita pelajari mengenai persilangan monohidbrid. Untuk itu sebaiknya kita pelajari apa yang telah dilakukan oleh bapak Genetika kita yaitu Gregor Mendel. GM adalah seorang biarawan yang melakukan penelitian disebuah kebun. Penelitian yang dilakukannya adalah persilangan pada tanaman Pisum sativum (kacang kapri). Dari penelitiannya itu disilangan antara tanaman yang memiliki :

  • biji (bulat dan keriput),
  • warna kulit biji (kuning dan hijau)
  • warna bunga (ungu dan putih)
  • tinggi tanaman ( tinggi danpendek)       ……. (karakter yang ditulis di sini hanya sebagian saja dari karakter yang diteliti oleh Mendel, masih ada karakter yang lain)

gambar 1. 7 karakter yang diteliti Mendel

Pada persilangan pertama dihasilkan semua karakter anakan(F1) 100%bulat, kuning, ungu dan tinggi. Bisa disimpulkan sifat-sifat tersebut mendominasi dibandingkan sifat lainnya. Akan tetapi pada keturunan kedua diperoleh hasil yang berbeda untuk setiap karakternya menghasilkan perbandingan dominan : resesif adalah 3:1

Hal ini berarti dalam keturunan pertama (F1) pada kromosomnya membawa 2 sifat yang berbeda pada masing-masing alel-nya. Artinya Individu induknya (parental) masing-masing hanya terdiri dari alel yang membawa sifat yang sama. Jantan membawa sifat dominan dan individu betina membawa sifat karakter resesif ataupun sebaliknya. Jadi ketika sesama F1 dikawinkan akan memunculkan karakter yang bersifat resesif. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut.

persilangan monohibrid

gambar 2. persilangan monohibrid dengan menggunakan karakter tinggi tanaman

Perhatikan di gambar 2 untuk bagian generasi parental. Pada gambar tersebut terlihat dua individu yang disilangkan, masing-masing bersifat homozigot. Satu tanaman homozigot resesif (tt)sedangkan tanaman yang lain homozigot dominan (TT).

Sebagai akibatnya setiap individu akan mengalami meiosis dan akan menghasilkan 1 macam gamet. Homozigot dominan akan menghasilkan gamet tinggi dominan (T), sedangkan individu yang lain akan menghasilkan gamet pendek resesif (t). dan ketika terjadi persilangan gamet jantan dan gamet betina akan bertemu dan menghasilkan individu dengan gamet Tt. Artinya individu baru ini akan memiliki kenampakan tanaan tinggi.  Contoh ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengenai genotip dan fenotip . sifat tinggi adalah fenotip,sedangkan  Tt adalah genotip.

Pada persilangan berikutnya saya akan menjelasan mengenai hukum Mendel I. perhatikan persilangan ke-2. Pada persilangan kedua dilakukan persilangan antara F1 dengan F1 yang lain. Artinya tanaman tinggi dengan genotip Tt disilangkan dengan tanaman tinggi yang bergenotipTt juga. Kembali kita ingat Hukum Mendel I yaitu bahwa alel akan berpisah secara bebas. Artinya Alel pada setiap individu yang akan disilangkan dengan komposisi Tt (membawa sifat tinggi dan rendah) akan memisah pada waktu proses meiosis menjadi T dan t.

gambar penjelas hukum mendel I dan II

gambar 3. Skema pemisahan alel/pembentukan kemungkinan gamet (hukum Mendel I-4 keterangan dengan 4 bola putih); penyusunan alel kembali (Hukum Mendel II-keterangan dengan 4 bola warna merah)

Kemudian setelah terbentuk gamet (hukum Mendel I) kita akan melanjutkan ke hukum Mendel II yaitu hukum penyusunan alel terjadi secara bebas. T dan t dari individu jantan akan bertemu dengan T dan t dari individu betina. proses penyusunan alelnya terjadi secara bebas.

Jadi pada akhir pembuahan bisa dihasilkan individu dengan karakter genotip TT, Tt dan tt. Hanya saja nilai kemungkinannya atau persentasenya saja yang berbeda. Untuk spesies yang menghasilkan keturunan yang banyak dalam sekali perkawinan maka digunakan persentase sedangkan jika spesiesnya manusia yang umumnya menghasilkan sati individu dalam setiap perkawinannya maka digunakan istilah kemungkinan.

Pada contoh gambar diatas maka kemungkinan yang terjadi dari hasil perkawinan untuk genotip TT adalah 1 diantara 4, Tt adalah 2 diantara 4, tt 1 diantara 4. darihasil perkawinan dihasilkan persentase :

  • genotip TT adalah 1/4 x 100% = 25% (tanaman tinggi homozigot)
  • genotip Tt adalah 2/4 x 100% = 50% (tanaman tinggi heterozigot)
  • genotip tt adalah 1/4 x 100% = 25% (tanaman rendah)

Sedangkan fenotipnya adalah TT dan TT akan menghasilkan tanaman tinggi dan tt akan menghasikan tanaman pendek. Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa tanaman tinggi memiliki dua genotip yaitu dalam bentuk homozigot dominan dan dalam bentuk heterozigot sedangkan tanaman pendek hanya ada dalam 1 bentuk homozigot resesif. Jadi perbandiingan fenotipnya adalah 3 tanaman tinggi dan 1 tanaman pendek. atau dapat disajikan tanaman tinggi : tanaman pendek = 3:1

Demikianlah penjelasan mengenai konsep-konsep dalam memahami hukum mendel . Untuk memahami lebih lanjut, silahkan ikuti uraiannya di persilangan dihibrid pada postingan berikutnya.

atau untuk latihan bisa berkunjung ke link berikut

http://wps.pearsoned.com.au/sf4_2/132/33906/8680079.cw/-/8680086/index.html

Semoga informasi ini membantu Anda. God Bless Us.