Sistem Reproduksi


Dalam mempelajari sistem reproduksi hal yang harus Anda kuasai adalah:

  1. Struktur dalam dan luar sistem reproduksi pria dan wanita.

  2. Kelenjar dan hormon yang terlibat

  3. Gametogenesis

  4. Siklus Menstruasi dan kehamilan

  5. Teknik yang mendukung program keluarga berencana

Mari kita pelajari konsep-konsepnya.

1. Struktur dalam dan luar sistem reproduksi pria dan wanita.

Pada prinsipya organ reproduksi manusia dibagi menjadi 2 bagian yaitu organ dalam dan luar. Pada pria organ luarnya meliputi penis dan skrotum sedangkan pada wanita meliputi Labium dan klitoris.Kita pelajari dari Alat reproduksi laki-laki terlebih dahulu.
Perhatikan gambar di bawah ini!Organ dalam pada Pria meliputi kelenjar dan saluran kelamin. Kelenjar yang terlibat dalam sistem reproduksi adalah hipofisis, testis dan kelenjar tambahan (prostat, cowper, vesika seminalis). Konsep yang penting dalam sistem reproduksi adalah fisiologisnya yang dapat menghasilkan sel kelamin. Pembentukan sel kelamin disebut dengan gametogenesis. Gametogenesis pada laki-laki disebut dengan spermatogenesis, terjainya di tubulus siminiferus. Proses ini diawali dengan hormon yang dikeluarkan oleh hipofisis yaitu hormon LH dan FSH.LH dan FSH dihasilkan oleh hipofisis anterior dengan fungsi yang berbeda namun keduannya mendukung dalam spermatogenesis. LH akan merangsang sel Leydig yang berada di ruang interstitial tubulus siminiferus untuk menghasilkan testosteron. Testosteron ini berfungsi dalam mempengaruhi perkembangan sifat-sifat seks sekunder pria, memberikan feedback negatif melalui pituitari dan hipotalamus sehingga mengakibatkan penurunan sekresi luteinizing hormone (LH) dan menjaga fungsi kelenjar prostat dan vesikel seminalis serta merangsang spermatogenesis.

FSH dihasilkan juga oleh kelenjar hipofisis anterior, hormon ini berpengaruh terhadap sel-sel sertoli yang terletak di dalam tubulus siminiferus yang berfungsi untuk memberi nutrien bagi sperma yang sedang berkembang yang sangat mendukung spermatogenesis dari penyediaan bahan makanan bagi sperma. dan pelepasan sel sperma yang telah matur. Perhatikan gambar di bawah ini baik-baik untuk mempelajari fungsi FSH dan LH.

Saluran kelamin dimulai dari epididimis dan vas deferens yang berlanjut ke Vesika seminalis kemudian ke uretra. epididimis dan vas deferens merupakan saluran yang sama, hanya saja dibedakan berdasarkan posisinya terhadap testis. saluran yang menempel pada bagian testis disebut dengan epididimis sedangkan saluran lanjutan yang tidak menempel pada testis disebut dengan vas deferens. Epididimis berfungsi untuk pematangan sperma yang tersusun lah dibentuk di tubulus siminiferus.Saluran berikutnya adalah vesika seminalis. Dilihat dari katanya vesika berarti kantung, sedangkan seminalis dari kata semen. Jadi arti kata dari vesika seminalis adalah kantung semen. Semen sendiri dalam kaitannya dengan sistem reproduksi didefinisikan sebagai cairan yang telah berisi spermatozoa dengan dilengkapi kondisi yang sesuai untuk kehidupan spermatozoa. Hal ini berarti cairan semen merupakan tempat yang mendukung kehidupan spermatozoa.Dua  vesikula seminalis berkontribusi menghasilkan sekitar 60% dari volume air mani. Cairan dari vesikula seminalis itu tebal, kekuningan, dan basa. Cairan ni berisi lendir,gula fruktosa (yang menyediakan sebagian besar energi sperma), enzim coagulating, asam askorbat, dan regulator lokal bernama prostaglandin.Dalam perjalanannya, sperma diberi cairan (semen) yang dihasilkan oleh kelenjar prostat dan kantung mani (vesika seminalis).  Selain sebagai penghantar sperma, cairan ini juga berfungsi mempertahankan kondisi asam basa agar sperma bisa melawan  keasaman vagina, serta sebagai sumber energi  bagi pergerakan dan kehidupan sperma. Kelenjar prostat mengeluarkan produk-produknya langsung ke uretra melalui beberapa saluran kecil . Cairan ini tipis dan seperti susu; mengandung enzim antikoagulan dan sitrat (gizi untuk sperma). Kelenjar prostat menjadi sumber beberapa masalah medis umum pria atas usia 40. pembesaran prostat (non kanker) terjadi pada lebih dari separuh dari semua laki-laki dalam kelompok usia ini dan di hampir semua pria di atas 70.Setelah waktunya tiba maka semen akan melalui saluran selanjutnya yang disebut dengan uretra dan ureter sebelum dikeluarkan dari penis pada waktu ejakulasi.

Sekarang kita pelajari Alat reproduksi wanita.
Perhatikan gambar di bawah ini!

Untuk mempelajari fisiologis sistem reproduksi wanita Anda harus mengetahui terlebih dahulu anatomi sitem reproduksi wanita terlebihd dahulu. Kita pelajari dari dalam dahulu supaya lebih mudah. Letak organ terpenting dalam sistem reproduksi yang menjadi patokan adalah ketahui terlebih dahulu letak ovarium. Ovarium(pada gambar ovary) berada di ujung dari saluran reproduksi wanita. Di bagian tersebut tempat dihasilkannya ovum. Setelah dihasilkan ovum maka selanjutnya ovum akan bergerak menuju tuba fallopi untuk dibuahi. Jika terjadi pembuahan oleh sperma, zigot akan bergerak ke daerah uterus dan berkembang menjadi janin.

Uterus dalam bahasa indonesia diartikan sebagai rahim, rahim memiliki tiga lapisan diantara tiga lapisan tersebut yang penting untuk dibicarakan adalah lapisan endometrium. Lapisan ini penting dibicarakan karena merupakan sebuah daerah yang mendukung pertumbuhan janin dan target dari beberapa hormon utama. Oke anatomi sudah selesai selanjutnya kita masuki fisiologisnya.

Fisiologis sistem reproduksi dipengaruhi oleh kelenjar utama hipofisis yang mensekresikan FSH. Kunci dari pembelajaran ini diawali dari memahami kepanjangan FSH. FSH kependekan dari Folikel Stimulating Hormon diartikan dalam bahasa Indonesia saya artikan menjadi hormon yang merangsang perkembangan folikel. Artinya hormon ini bertanggung jawab terhadap perkembangan folikel.

Selanjutnya kuasai konsep Folikel.

  • Folikel adalah “kantung membran” yang dihasilkan oleh ovarium sebagai tempat pembentukan ovum. Jadi yang harus Anda pahami selanjutnya adalah bahwa ovum berkembang di dalam sebuah folikel.
  • Folikel juga memiliki kemampuan untuk menghasilkan hormon dan bisa tumbuh dan berkembang. Hormon yang dihasilkan oleh folikel adalah estrogen.
  • Folikel, setelah ovum masak dan keluar akan berubah menjadi korpus luteum yang menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.
  • Korpus luteum setelah tidak fungsional akan disebut sebagai korpus albikan dan menghasilkan estrogen dan progesteron dalam jumlah yang sangat sedikit.

Konsep selanjutnya adalah fase menstruasi.

  • Fase menstruasi dibagi dalam dua tahap dengan dasar pembatasannya adalah proses ovulasi bukan menstruasi. ovulasi yaitu tahap lepasnya ovum yang masak dari folikel atau ovarium. Ada dua tahap yaitu tahap pra ovulasi dan pasca ovulasi.
  • tahapan pra ovulasi merupakan rangkaian peristiwa sebelum terjadinya ovulasi, pada tahapan ini yang terjadi adalah peningkatan aktivitas folikel yang mengakibatkan perkembangan ovum dibawah pengaruh Folikel Stimulating Hormon (FSH). jadi pada intinya adalah aktivitas folikel maka nama lain tahapan ini adalah fase folikuler.
  • tahapan pasca ovulasi, adalah rangkaian peristiwa yang terjadi setelah ovum keluar dari folikel, dengan mengaiktkan konsep ini dengan konsep folikel maka dampaknya adalah folikel yang kosong disebut dengan korpus luteum yang memiliki kemampuan untuk menyekresikan hormon estrogen dan progesteron yang merangsang organ tubuh rahim hingga menstruasi. Karena hal itulah maka disebut dengan fase luteal dari kata luteum/ korpus luteum.

Setelah itu pelajari hubungan antar hormon

  1. Hubungan antara FSH dan Estrogen adalah negatif, Estrogen akan memberikan pengaruh umpan balik negatif terhadap FSH. Artinya yang semula FSH akan merangsang peningkatan sekresi Estrogen, ketika estrogen terbentuk akan menyebabkan penurunan sekresi FSH.
  2. LH akan aktif ketika kondisi FSH pada batas terendah (FSH dibawah pengaruh umpan balik negatif Estrogen).
  3. Di awal disekresikannya progesteron, progesteron akan meneka LH. Jika progesteron meningkat maka FSH akan disekresikan. (LH aktif saat FSH pada kondisi terendah, Estrogen menekan pengaruh FSH)

Untuk memahami hubungan di atas, kita langsung simulasi dengan proses siklus menstruasi normal yang terjadi pada seorang wanita. Pertamax perhatikan gambar dibawah ini.


Gambar tersebut memberikan informasi mengenai keadaan pertumbuhan dan perkembangan folikel, kondisi hormon-hormon yang terlibat, dan perkembangan dinding uterus(endometrium).

Mari kita bahas.

    • Pada hari pertama menstruasi(pendarahan), pada saat itu bersamaan folikel baru mulai terbentuk dan suhu wanita berada di sekitar 36 derajat celcius. Pembentukan folikel ini dibawah pengaruh FSH(estradiol), jadi kita dapat melihat bahwa antara hormon FSH dan LH yang mengalami peningkatang konsentrasinya adalah estradiol(FSH). Dengan Adanya FSH maka folikel yang mulai terbentuk akan mampu tumbuh dan berkembang dan peningkatan hormon LH dihambat.
    • Konsekuensi dari perkembangan folikel adalah folikel akan menghasilkan estrogen yang jika meningkat konsentrasinya dapat menghambat/menekan pengaruh dari FSH (FSH negatif feedback versus estrogen). dapat diamati pada grafik perbandingan hormon-hormon bahwa pada hari ke-7 dominansi estrogen mulai nampak dengan penurunan konsentrasi hormon FSH.
    • hormon FSH akan semakin berkurang pengaruhnya karena peningkatan hormon estrogen oleh folikel. hal ini terjadi hingga hari ke 12 dan 13. hingga menyebabkan kondisi FSH mencapai batas yang terendah. Kondisi ini memberikan kesempatan bagi LH untuk menunjukkan dominansi selama FSH dalam keadaan terendah. Ditunjukkan dengan grafik yang meningkat drastis.
    • Akibatnya maka ovulasipun terjadi, karena LH, akan tetapi ovulasi ini memberikan dampak negatif bagi progesteron dan FSH.  LH akan menyebabkan ovulasi maka folikel berubah jadi korpus luteum yang juga memiliki kemampuan mensekresi progesteron dan estrogen. Kehadiran progesteron ini menekan FSH dan LH sekaligus. dampaknya bagi endometrium akan semakin menebal dan kaya akan pembuluh darah.
    • Estrogen hanya mampu disintesis hanya dalam kurun waktu tertentu oleh korpus luteum jika tidak segera dibuahi. Hingga pada suatu saat yaitu hari ke-25, konsentrasinya menurun dan memberi kesempatan untuk FSH kembali menunjukkan pengaruhnya. dan akhirnya siklus berulang kembali.

Pada postingan berikutnya akan saya lanjutkan tentang gametogenesis dan macam-macam teknik yang mendukung program KB. Kali ini saya cukupkan sekian dahulu. terima kasih sudah membaca. jangan lupa like/pooling/commentnya ya. GBU

About these ads

2 thoughts on “Sistem Reproduksi

  1. Ping-balik: Cara mengerti dan menghafal berbagai macam hormon beserta fungsinya. | Konsep Biologi

  2. Ping-balik: Sistem Pencernaan « konsepbiologi.wordpress

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s